Beranda » senyum » PMT-AS implementasi Inpres No.1 th 2010

PMT-AS implementasi Inpres No.1 th 2010

Agustus 2010
S S R K J S M
« Apr   Sep »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Kategori

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 1 pengikut lainnya.


Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah yang sudah di teken yg katannya merupakan implementasi Inpres No 1 Tahun 2010, semoga benar benar sampe pada anak sekolah dengan tidak di proyekan pada pihak ketiga atw bahkan ke empat dst. dengan demikian nilai Rp.2.600 di wilayah timur tidak turun mendekati Rp. 1.000.- aku berharap sebagai anak negeri. dari timur.

seperti salinan berikut ini : — Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh, bersama enam menteri lain, Jumat (13/8) siang di Jakarta, meluncurkan program PMT-AS (Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah). Program yang merupakan salah satu realisasi dari Inpres No. 1 Tahun 2010 ini dijalankan secara bersama-sama oleh tujuh kementrian.

Kementerian lainnya adalah Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PDT, Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Pertanian.

“Program ini bertujuan untuk memperbaiki asupan gizi peserta didik di jenjang TK/SD dan RA/MI, sehingga dapat meningkatkan ketahanan fisik, minat dan kemampuan belajar siswa,” katanya.

Program ini akan menjangkau 27 propinsi di 27 kabupaten yang penetapannya didasarkan pada kabupaten tertinggal; persentase penduduk miskin; dan prevalensi penduduk stunting.

“Total anggaran yang disiapkan sebesar Rp218 miliar berasal dari APBN-P dengan kelompok sasaran siswa TK/SD sebanyak 1,2 juta dan jenjang RA/MI 185 ribu murid,” katanya.

Nuh menjelaskan, besarnya dana (unit cost) PMT-AS untuk tiap peserta didik per kali makan dengan kandungan kalori yang telah ditentukan, termasuk ongkos masak sebesar Rp 2.250,- untuk kawasan Indonesia bagian Barat, dan sebesar Rp 2.600,- untuk kawasan Indonesia bagian Timur.

Adapun persyaratan makanan tambahan itu dipersyaratkan mengandung 10-20% dari kebutuhan kalori dan protein siswa; mengandung energi 300 kilo kalori dan 5 gram protein; makanan juga harus terjamin kesehatannya; dan cita rasanya disesuaikan dengan target penerima. “Selain itu, bahan makanannya menggunakan hasil atau produk lokal. Jadi program PMT-AS ini bukan hanya semata ingin meningkatkan gizi anak, tapi juga menggerakkan ekonomi lokal dengan memanfaatkan produk-produk lokal,” katanya.

Mantan Menkominfo ini juga menjelaskan, selain meningkatkan gizi dan ekonomi daerah melalui pemanfaatan hasil-hasil pertanian atau produk-produk lokal, PMT-AS juga untuk melestarikan sekalgus mengenalkan kepada anak-anak tentang makanan yang sehat dan bergizi, meski makanan tradisional sekali pun.

Pelaksanaan PMT-AS, katanya menambahkan, menjadi tanggungjawab Sekolah, Guru UKS, Komite Sekolah, dan Tim Penggerak PKK Desa/Kelurahan di bawah pengawasan Tim Koordinasi PMT-AS Kecamatan.

Secara rinci, program ini akan memberikan makanan tambahan sebanyak 54 kali penyajian yang dilaksanakan paling sedikit tiga kali dalam seminggu selama tahun 2010. “Bersamaan dengan pemberian program ini, siswa dididik untuk biasa hidup bersih dan sehat, yang merupakan bagian dari pendidikan karakter,” katanya. (kem)
(sumber:http://kemdiknas.go.id )

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: