Beranda »

Aturan Baru RSBI Segera Terbit

Maret 2011
S S R K J S M
« Des   Apr »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Kategori

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 1 pengikut lainnya


JAKARTA–Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) telah menuntaskan evaluasi terhadap sejumlah sekolah penyelenggara Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI). Hasil evaluasi akan dijadikan dasar untuk menyusun peraturan menteri pendidikan nasional (permendiknas) baru terkait penyelenggaraan RSBI.

“Sesudah permen keluar, kita akan evaluasi semua RSBI yang ada berdasarkan permen ini untuk dijadikan beberapa kebijakan,” terang Wakil Menteri Pendidikan Nasional (Wamendiknas) Fasli Jalal pada Simposium RSBI/SBI di Hotel Atlet Century, Jakarta (9/3).

Fasli menyampaikan, kebijakan baru ini menjadi panduan untuk memenuhi ketentuan Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pada pasal 50 ayat (3) UU tersebut menyatakan pemerintah dan/atau pemerintah daerah menyelenggarakan sekurang-kurangnya satu satuan pendidikan pada semua jenjang pendidikan untuk dikembangkan menjadi satuan pendidikan bertaraf internasional.

Fasli menyebutkan, saat ini terdapat sebanyak 1.100 RSBI mulai jenjang sekolah dasar (SD) sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), dan sekolah menengah kejuruan (SMK). Nantinya, kata dia, evaluasi secara menyeluruh akan dilakukan terhadap sekolah-sekolah tersebut. “Masing-masing sekolah kita periksa satu persatu profilnya. Sebelum diputuskan nanti apakah akan tetap (statusnya), didowngrading, atau diberi waktu dengan pendampingan dan pemberdayaan,” katanya.

Adapun fokus evaluasi meliputi sistem penerimaan siswa baru, capaian akademik siswa dan guru, tata kelola keuangan, dan manajemen sekolah. Evaluasi dilakukan terhadap 130 kepala sekolah, 426 guru, 4.224 orang tua siswa, 4.571 siswa, dan 130 komite sekolah.

Dalam penelitian diketahui, bobot komponen seleksi penerimaan peserta didik baru jenjang SD masing-masing untuk kemampuan akademik sebanyak 20,3 persen, IQ (37,7 persen), minat dan bakat (24,6 persen), dan kesehatan (17,4 persen). Adapun pada jenjang SMP untuk kemampuan akademik (22,7 persen), IQ (19,3 persen), minat dan bakat (20,8 persen), kesehatan (19,8 persen), dan nilai Ujian Nasional (17,4 persen). “Cukup bervariasi cara menerima murid, tetapi kombinasi IQ dan potensi akademik sekitar 40-50 persen,” kata Fasli.

Sementara pada jenjang SMA untuk kemampuan akademik (23,8 persen), IQ (20 persen), minat dan bakat (20,8 persen), kesehatan (15,2) dan nilai Ujian Nasional (17,4 persen), sedangkan pada jenjang SMK untuk kemampuan akademik (20,9 persen), IQ (15 persen), minat dan bakat (18,3 persen), kesehatan (22,2 persen) dan nilai Ujian Nasional (23,5 persen).
sumber :


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: